Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dhira's Thought

Feeling Education

"Bagaimana dia bicara ke kamu, responnya, dan setiap pertanyaan yang dia lontarkan ke aku dan teman-teman yang lain, indikasi kalau ada sesuatu," sembari ia meneguk cola yang hampir habis itu. Kami duduk berhadapan, hampir lima jam menguras otak sebelumnya, ditutup dengan pertanyaan dan penuturannya mengenai fakta bahwa perasaan itu tidak bisa dibohongi. Pikirku ia seorang yang tak cocok untuk bertukar pikiran, tapi jelas tak cocok untuk dijadikan pasangan. Kami menjadi lebih dekat karena satu-dua bantuan yang aku mintai. Melakukannya tidak pula sulit namun butuh kesabaran. Tidak peduli apa orang mempertanyakan keberadaan kami yang sudah begitu lama di sini, jelas aku membutuhkan jasanya kala itu. Menjadi hutang budi hingga ke liang pemakaman.  Aku berulang kali, bahkan tidak jelas ini kali ke berapa, menanyakan apakah aku yang salah atau hanya aku yang menyalahkan diriku, berpura-pura merasakan perasaan benci dari berbagai sisi. Puding cokelat itu tersisa, tidak pul...

loving each other

loving each other, I don't know how the way to love each other. the eyes are closed when they told me to imagine how the way it works. loving each other, a pleasant moves they say. I always wonder how we find each other, how does it feeling meet. loving each other, but some people calls it's a cliff; "don't dare to be there". there's no one can help, reason why it special, but painful. loving each other, for only those who realize that life is just brief. moving forward to take a part, or step back to give the feeling up. Nadhira Fahrin 1/26/2019

#7bucketlist2019

dok. pribadi Selalu bersemangat setiap berbicara resolusi. Selalu semangat pula setiap tahun baru tiba. Kenapa? Buatku tahun baru selalu jadi momen dimana aku bisa merencanakan tujuan-tujuan baru dan besar harapan tahun baru nasib pun juga baru, hehe, yang pasti lebih baik, ya. Tahun ini tahun yang boleh dibilang campur aduk, banyak berhasil banyak gagal juga. Ditolak sana sini, kesepian, jadi korban rasis, macam-macam, deh. Tapi banyak juga senengnya, jadi jago naik KRL, nonton Indonesia Open 2018 bareng @awkayxr , ketemu Jonathan Christie, Lin Dan, Viktor Axelsen, Zhang Nan, Chen Long, ketemu teman-teman yang aku banget, pokoknya banyak banget. Meskipun kuliah di tempat yang sekarang juga setengah ikhlas nerimanya, tapi musti disyukuri sih. 'being here by an accident' itu bisa dibilang kenapa sekarang bisa disini, hahah. Tapi ya itu senengnya, tahun baru akan datang, artinya aku punya 12 bulan buat berharap diiringi usaha sebanyak-banyaknya. Karena salah satu orang b...

Top 5 Korean Movie by Nadhira Fahrin

오랜만 이네!! 무슨 일이야?? Udah sebulan gak nulis di blog. Sebenarnya bukan karena gak mau nulis lagi, tapi belakangan sibuk kuliah, jadi gak ada waktu. 'Kok tumben nulis-nulis Korea, Bahasa Indonesia aja masih remidi'. Mungkin ada yang kepo tulisan Korea di atas artinya apa, mba-mas boleh cari di Google artinya apa. Bisa tau beginian sebenarnya karena keseringan nonton variety show korea sih. Kalau drama aku kurang suka, kayanya setelah 1,5 tahun gak nonton drakor, baru sekarang nonton lagi. Sefanatik itu aku sama aktor Do Kyungsoo (EXO), karena gak suka drakor ya aku gak nonton. Drama yang sekarang lagi aku tonton judulnya " Heart Surgeon ". Sesuai judulnya, drama ini tentang kehidupan di departemen Torakoplastik di rumah sakit. Bukan Operasi plastik ya, Torakoplastik. Apa itu Torakoplastik? Tanya mbah google. Kita gak akan bicarain drama korea, kali ini aku mau kasih review dan rekomendasi film Korea yang selama ini aku tonton. Setelah gak doyan lagi nonton drama, ...

Ingin Sibuk

Sejak SMP, kata-kata ini bahkan sudah terbesit, "Nanti mau kuliah dimana, jurusan apa?", entah aku yang mengutarakan ataupun orang lain. Kemudian aku selalu menjawab antara jawaban A dan jawaban B, "Pinginnya sih HI atau Kriminologi UI, pokoknya UI." atau "Gak tau deh, disuruhnya sih Hukum Unand tapi aku maunya HI UI". Selalu seperti itu. Tiba lah 2018, dimana di awal tahun telah dibuka pendaftaran seleksi nilai untuk masuk PTN. Oke disini tibalah dilema, timbang sana-sini, nego ini itu sama orang tua, dan sebagainya. Akhirnya dengan berat hati pilihan itu tertuju pada pilihan ayahku tanpa meletakkan satupun UI di dalamnya. Yang kuliah siapa sebenarnya?  Kemudian ujian nasional, perpisahan, tibalah pengumuman. Warna laman pengumuman menunjukkan warna hijau yang artinya lolos. Perasaanku ketika itu kalau boleh jujur adalah kecewa. Seperti yang dikataka orang tua, kalau tidak lolos ini, maka aku diperbolehkan mendaftar di UI untuk tes lainnya. Tapi ...

Kak Tuan: Prolog

Source: Pinterest Setumpukan buku di pojok sana, hingga kain-kain ihram yang selalu berganti setiap tahunnya. Menunggu adalah makanan, memulai adalah senjata dan iman adalah amunisi. Riak takbir menggema di seluruh penjuru kota. 38 derajat tidak pula surut, bahkan hingga matahari tak lagi menampakkan diri. Tapi demi nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, perasaan gentar itu tak akan pernah berhenti, bahkan bila bumi mendingin dan langit terbubuh jutaan bintang. Ada sepotong harga diri yang hilang bila kita mengingat-ingat bagaimana masa lalu yang kelam, karena indahnya masa lalu hanya diperoleh oleh orang-orang yang tak tahu rasanya hidup. Letih, keringat dan air mata tak habis-habisnya menyimbah sekujur tubuh dan dibuat terkapar telak oleh dosa dan kekejian. Bagaimana boleh lepas oleh tekanan dan ketakutan bila satu dua terkaman menjuru pada jiwa-jiwa yang lemah ini, jiwa-jiwa yang hilang arah dan tak tentu harus bergerak kemana. Di sepertiga malam menghabiskan wak...

Life is Cruel

source: Pinterest Life is cruel With some title in the beginning Describes how much you were struggling Waves are coming to the shore And a pearl has arrived before those feet A dove coming, needed to feed The crystal clear skies are waiting around till you fall asleep Finding the right time  Taking you around nirvana (Evidently) Life is cruel With disaster in the ending Describes how much you hurted  Nadhira Fahrin, Bekasi 7/2/2018 18.32 WIB

Sia-sia

source: Pinterest Perjalanan ini masih lama, menembus batas kota, mengarungi belantara, bertemu satu-dua pemangsa, hingga bertaruh siapa yang paling lama. Waktu yang kami butuhkan separuh hari lagi, sebelum hari benar-benar gelap. Seorang wanita dengan dua anaknya, digendong dan duduk, melihat ke luar jendela, berapa lama lagi aku harus menunggu? Sekepal nasi teronggok disamping kami. Lebih dari sekedar yang diharapkan. Laju bus tua ini tidak seperti harapan kami yang telah menunggu sepuluh hari untuk bebas dan lepas dari tekanan sana-sini. Terasa lama, tak berarti apa-apa. Onggokan pasir disekitar dihiasi fatamorgana yang terlihat bak oasis menjadi pemandangn kami selama melintas. Tiga puluh empat derajat bukan apa-apa. Bintang fajar akan segera terlihat, waktu kami hampir habis, urung juga sampai. Namun harapan terlihat ketika seorang pria tua melambaikan tangannya kepada kami. Sorak sorai mengisi atmosfer bus yang sejak separuh hari yang lalu hening dan mencekam. Lima...

Lombok

Belakangan aku sedikit bingung ingin menulis apa di blog ini. Sejak dulu beberapa ada yang menyarankan untuk menulis travel blog, secara saat ini aku tinggal di Lombok dan menjadi destinasi wisata, dalam maupun luar negeri. Tapi saran itu cuma jadi "iya iya" saja, tidak direalisasikan. Kenapa? Karena belum dapat feel menulisnya. Akhirnya blog-ku hanya penuh dengan sajak-sajak yang aku sendiri kurang suka dengan itu atau cerpen yang juga tidak jelas ceritanya. Ingin menjadi expert tetapi sulit meng-improve diri karena banyak hal yang rada enggak sesuai sama keinginan dan ekspektasi. Sempat terpikir belakangan ingin menulis travel tips kecil-kecilan atau fun facts about my island tapi itu agak annoying menurutku, karena takutnya gak sesuai sama selera pembaca aja. Yang baca blog-ku juga mungkin gak banyak, jadi aku gak mau semakin mempersedikit pembaca karena kualitas tulisan yang ece-ece, hahaha. Oke lah, ini sudah hampir larut malam, jam 11.55 WITA. Tadi siang a...

Senjang

source: pinterest Aku membawanya ke sebuah restoran tertutup setelah pertemuan kami itu. Kau dapat membayangkan bagaimana aku menelan makanan dihinggapi bayang-banyak kenyataan, bahwa kami harus menghadapi kesenjangan ini. Dilahirkan dari sekolah yang memiliki reputasi tinggi, dengan lulusan yang kompeten dibidangnya, siapa yang menyangka jalan kami berbeda. Siang itu, setelah kelulusan adalah momen terakhir kami bertemu. Ia memelukku yang masih tomboy kala itu dan berjanji akan mendukung masa depanku, tapi siapa yang tahu yang akan ia hadapi bahkan lebih buruk dari apa yang kuhadapi. Kami memesan dua cangkir kopi, dua piring bubur dan pencucui mulut, mengingatkanku akan ia yang tidak pernah lelah berbagi dan tentunya sabar dalam menghidupi diri. Wajahnya yang teduh, masih sama seperti lima tahun yang lalu. Panggung megah, riasan mahal dan kerlap-kerlip cahaya seperti mandi bagiku, diguyur oleh itu. Apa yang pernah kita ucapkan dulu, ketika nada yang tinggi membuat kami tert...