Langsung ke konten utama

Aku Takut

Sstt.. Aku takut.
Apa kau dengar gelombang getar dari tubuhku yang menggambarkan aku takut?
Aku tidakingin bergerak, bila bergerak, akan kemana harga diriku?

Sstt.. Aku takut.
Jangan, jangan lihat aku.
Sorot tajam yang menakutkan, haruskah aku yang diakiti?

Sst.. Aku takut.
Hanya aku yang salah, bukan orang lain.
Aku hilang akal
Aku banyak berpikir
Aku tak diinginkan dunia
Aku takut.

Pergi!
Untuk hitungan kesepuluh, pergi!
lima, tiga, dua, satu!
Masih dia di tempat? Takut, percuma doa terlantun, percuma sembab di mata, percuma niat terucap, percuma harapan terbesit.

Pergi!
Aku takut, aku risau, aku tak pantas, aku hina.
Darimu, semua hilang. Bahkan emas di dasar lautan pun pergi.
Mengerikan. "Apa salahku?"

Lepas dariku, takut.
Ini salahku, ini salahku. 
Tolong kembalikan aku.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
"Sajak Terkantuk" karena dibuat ketika sedang mengantuk. Secara garis besar sajak ini berisikan tentang seseorang yang terkena Social Anxiety Disorder. Takut dan ingin bebas, menjadi kunci dari lepasnya iya dari hal-hal yang ia takutkan. Aku pribadi pernah mengalami dan untuk bisa lepas memang gak mudah. Sebagai survivor SAD yang bisa aku lakukan hanya berdoa, berusaha dan bismillah pasti bisa, ku coba!

4/6/2017 20.09 WITA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Sisi Tak Terduga

Alhamdulillah. Di satu sisi memang terkadang kurang bersyukur, tapi di sisi ini aku perlu bersyukur. Kalau ditanya sudah berapa kali mengeluh? Jawabannya mudah, tiap saat. Hahahaha. Sudah tiga bulan aku hiatus nulis blog, padahal resolusinya rutin ngisi blog. Ndak konsisten, ya. Sebenarnya kemarin-kemarin mau nulis curhatan tentang satu tahun di Mataram (tempat tinggalku sekarang), tapi ada yang jauh lebih menarik untuk ditulis malam ini.  Alhamdulillah. Kata-kata yang sekarang gak cuma Muslim doang yang mengucapkan, bahkan guru matematika-ku yang beragama Hindu aja selalu ucap Alhamdulillah (kalau trouble-maker gak masuk kelas pas pelajaran beliau, hahah). Gak cuma beliau, teman-temanku yang Kristen dan Hindu di kelas juga ucap Alhamdulillah. Tapi ada yang beda, Alhamdulillah-ku yang ini emang beda banget dengan Alhamdulillah yang kuucapkan biasanya. Hari ini (02/16/17) kebetulan sekali aku menemani kakak-kakak crew Zetizen Lombok Post untuk ikut roadshow first a...

Pelajaran Hari Ini

Hari ini tanpa saya duga menjadi hari dimana semua terlihat kabur dan abu-abu. Hari ini semua berkabung. Salah satu aset terbaik Korea Selatan pergi meninggalkan kita semua, Kim Jonghyun. Aku enggak begitu tahu secara dalam sosok Jonghyun ini. Aku hanya tahu bahwa dia member dari grup Shinee, seorang soloist, dan diantara 5 member dia yang terpendek, haha:) aku juga sangat hafal tahun berapa saja member Shinee lahir, walaupun bukan Shawol; Onew yang tertua, 1989; Jonghyun 1990; Key dan Minho 1991; dan Taemin 1993. Di Shinee yang aku suka sejak pertam kali tau Shinee itu Minho. Kenapa? Karena lebih keren menurutku. Lalu kenapa begitu sedih sekali diriku ketika tahu kabar ini. Sebelumnya aku ingin bercerita dulu bagaimana shock-nya ketika dapat kabar ini. Sekitar 3 menit sebelum azan Maghrib hari ini (12/18/2017) aku tidak sengaja membuka snapgram seseorang yang meng-capture salah satu berita di twitter. Siapa yang percaya kalau bukan dari media yang benar-benar val...

Doa

Foto ini di ambil pada tanggal 1 Januari 2017 oleh Nadhira Fahrin. Kepada tanah yang kuinjak, aku tahu ini bukan sehari-dua hari engkau terbentuk. Kepada tanah yang kujunjung, aku tahu bukan hanya aku yang menjunjung. Kepada tanah yang kubanggakan, banyak yang memilikimu, bukan?  --- Hari ini, 18 April, aku memandangi layar sebuah benda hitam dengan layar dan potongan-potongan huruf, ini buah dari kemajuan akal serta pikiran manusia, bukan? Hari Ini, 18 April, aku menyanyikan lagu yang benar-benar terasa masuk ke hati, ini berkat sebuah perjuangan ratusan tahun, yang terekam oleh sejarah itu, bukan? Hari ini, 18 April, aku makan dengan lahap di sebuah meja makan di rumah, dengan lauk pauk beragam, dengan tangan kanan kosong, yang hadir oleh tangan-tangan luar biasa di medan dapur itu, bukan?  --- Untukku, 17 tahun, apa yang sudah kamu lihat 17 tahun ini? Jangan muluk-muluk 17 tahun, apa yang telah kamu lihat kemarin? Kamu lihat yang diharapkan? At...